workaholic time out, fashion mode untuk cowok kurus

19 06 2011

Judul blognya aneh ya? tapi OK, itu hanya sebuah judul untuk menggabungkan elemen2 hal yang terjadi hari ini, seperti biasa dalam kesendirian dan kesepian mencoba menyenangkan diri sendiri. Semua karena hari ini di Surabaya, lagi, untuk sekedar ambil time out lagi dari pekerjaan2 dirumah. Mencoba melihat2 tentang fashion untuk cowok kurus. ada banyak di Google bila searching ‘Skinny male fashion’.

fashion mode cowok kurus

fashion mode cowok kurus

So, aku mencoba mengira2 gimana fashion yg paling sesuai buat cowok kurus macam aku… akhirnya sedikit nyoba2 di Departemen store…

fashion mode cowok kurus

fashion mode cowok kurus

Sebenernya sih cuman nyoba2 celana panjang, pendek n tas yg mau dibeli.

So… ini daftar belanjaan yang dibeli hari ini:

fashion mode cowok kurus

fashion mode cowok kurus

jaket model korea untuk cowok diatas dibeli lewat seseorang di kaskus. modelnya bagus lumayan… tapi ga ada size S, yaitu ukuranku… jadinya nekat beli meskipun ukuran M. di internet bagus sekali keliatannya seperti ini:

jaket cowok model korea

jaket cowok model korea

tadi waktu ngambil di orangnya di surabaya sini… tepatnya di jalan Simpang Bukit Darmo Permai Selatan 15 / 191, yang nemui yang jual jaket ini. Pertama dia bukakan dari plastik… wah… kotor dengan benang2 dan kapas sisa dari konveksiannya…. harus dibersihkan dikit2… dan karena ga ada kaca dirumah yang jual… pastinya ada tapi ya sungkan mau pake kaca orang di kamarnya… agak takut kalo ga pas karena size M. ya bener sih… memang harus digulung dikit kedalam nggulungnya tapi gapapa lah… overall… keren jaket ini, aku suka.

Setelah itu… agak malem jalan2 shopping ke mall… udah nyiapin sejuta buat dihabisin … meskipun ga habis juga, dan agak2 ngerasa guilty pleasure tiap kali habis beli gini… ya gapapa lah… hehehe

tas laptop

tas laptop

Oke… see ya





Tentang SKA dan Strata IAI

28 05 2011

Ceritaku ini tentang di surabaya, kota yang panas, dan kota dimana orang orangnya juga suka panas panasan. Beberapa kali aku mendapat perlakuan kasar sehubungan dengan plat nomer motorku yang N, tiap kali di Surabaya. Ya… ini adalah negerinya bonek, atau bondo nekat’Posting beberapa minggu lalu tentang Guesthouse Riyadi, andalanku bila menginap satu dua malam di surabaya. Bukan kualitas yang terbaik, tapi bukan yang terburuk. Malah karena saat ini aku pindah ke kos kosan selama ada penataran profesi arsitek Strata 1, 2, 3, 4, dan 5, tiba tiba ada rasa rindu akan guesthouse itu… mungkin karena sering disitu dengan mengambil kamar berpindah pindah, jadi merasa rindu kesana setelah kos ini.

Nah, postingan ini adalah tentang penataran Strata IAI, yang merupakan syarat untuk memiliki sertifikasi keahlian Arsitek atau sering disingkat SKA. Bila Anda menggunakan arsitek, maka sebaiknya arsitek Anda memiliki SKA, atau sertifikasi arsitek, minimum sudah memiliki kartu dan nomor anggota terdaftar IAI atau Ikatan Arsitek Indonesia. Secara undang undang, arsitek harus memiliki keahlian, yang dalam hal ini diatur oleh PJKI Persatuan Jasa Konstruksi Indonesia dimana badan ini mengurusi segala hal tentang jasa konstruksi, dimana didalamnya adalah termasuk jasa arsitek dan kontraktor.

Dengan mengikuti atau menjadi anggota IAI, maka arsitek yang bersangkutan sudah melek terhadap berbagai kebijakan pemerintah apalagi bila sudah mengikuti penataran Strata IAI. Arsitek Anda mungkin akan mengatakan bahwa keanggotaan IAI tidaklah perlu namun suatu saat, untuk mengurus IMB diperlukan arsitek dengan label ,IAI dibelakang namanya, dimana ini kabarnya sudah diberlakukan di Jakarta dan Surabaya. Suatu saat nanti, akan diberlakukan di seluruh Indonesia, meskipun saat ini belum, karena kurngnya pemerataan.

Pendek kata, meskipun memiliki sertifikasi keahlian arsitek belumlah merupakan syarat untuk membuatkan gambar desain rumah atau bangunan lain, kebijakan sudah menjurus kearah wajib, terutama untuk bangunan diatas 2500m2, yaitu seperti mall atau pasar.

Oke … itu dulu… serius banget ceritanya!!





pijit ala samurai, makan malam ala jepang

23 05 2011

Oke, karena hari ini sangat capek kemarin dari surabaya, dan mendengar kalau cewek yang aku taksir ternyata ga tertarik dg aku, wedewww, badan capek, jiwa capek n stress, akibatnya aku pengen menyendiri. Datanglah ke salon sore2, abis ngeprint buat calon klien baru, tapi ternyata tukang mebel buat furniturenya lagi ada acara kondangan, depan rumahnya ada singgasana mempelai… duh…. langsung, motor dibelokkan begitu tahu ada janur kuning.

belok… belok,… rencana langsung berubah… rambut udah panjang dan tebel, sering ketombean… so ke salon aja…. pilih Spencer di Matos… oke… ini salon cewek… tapi aku cuma suka n lebih suka dg cara mereka memperlakukan tamunya, daripada ke barber shop yang dingin, ga nyaman, cepet2an… udah gitu bayarnya sama lagi. Oke yang motong rambutnya bencong… so what…

abis itu… laper… makan lah masakan Jepang di foodcourt Matos… wedeww… sendirian, tapi krn enak dan ada FB yg menemani jadi ga kerasa. Baru setelah itu… kepikiran lagi buat pijat refleksi aja… pindah Mall ke MOG, masuk Samurai, dan pijit disana, 60rb buat pijit kaki, betis, paha, lengan dan punggung… tapi kayaknya dikasih bonus pijit kepala, karena ngaku capek n pusing. Dulu jg begitu…. aku cerita habis rugi 8juta karena keliru perhitungan bisnis, sama tukang pijitnya dikasih full bonus pijit kepala n tangan… lumayan juga ya….

oke… tinggal tidur… masih pusing n badan lebih enak sih sebenernya… pusingnya ga begitu terasa… cuma ngantuk… asli…. zzzzzzzzzzzzzzz





Guesthouse Riyadi, Surabaya

6 05 2011

oke… setelah sekian lama tidak mengupdate blog ini, inilah satu cerita malam ini, menginap di Guesthouse Riyadi. Saya menulis ini karena tahu bila ada orang mengetikkan kata kunci Guesthouse Riyadi di google, maka halaman ini akan muncul dari beberapa yang lain.

Guesthouse ini tidak besar ada mungkin 20 kamar, ada suara gemericik air kolam terus menerus di kejauhan. kebetulan aku menginap di sini karena besok harus siap siap untuk penataran profesi pagi pagi…. kupilihlah kamar yang seharga 160rb…. bilang kira2 akan stay dua hari karena satu hari full besok buat seminar… dan lusanya adalah karena pengen jalan jalan di surabaya. sendirian memang, aku tak punya teman di surabaya… eh ada, tapi agak malu untuk singgah dan menginap, takut ngerepotin….

kamar twin bed Guesthouse Riyadi Surabaya

kamar twin bed Guesthouse Riyadi Surabaya

so… inilah guesthouse itu…. disini ada ac, lumayan lah…. ada TV… TV kabel tepatnya…. dirumah aku tidak ada TV kabel, tapi disini ada. aku lihat TV saluran Itali….

TV di Guesthouse Riyadi

TV di Guesthouse Riyadi

bener bener saluran Itali, hehehe berhubung belum sering lihat… aku pilih aja canel ini, kelihatannya menarik…. sebuah film “il prigioniero” film yang aneh…. kelihatannya mengambil tone warna sephia di filmnya. Teringat ‘KH Godot Bennington’, kalau pengen tahu siapa kang Godot… search aja di Facebook.

Pintu kamar mandi Guesthouse Riyadi Surabaya

Pintu kamar mandi Guesthouse Riyadi Surabaya

Oh ya, fasilitas lain di Guesthouse Riyadi adalah air panas untuk yang seharga 160rb ini. Lumayan, bathroomnya dipisahkan dari kamar dengan kaca buram, tapi sayang didalam kamar mandi itu tidak ada ventilasinya, mereka bisa saja membuat ventilasi karena ini berbatasan dengan tembok luar… ah… entah kenapa kok tidak.

laptop tablet HP touchsmart TM2 selalu menemani

laptop tablet HP touchsmart TM2 selalu menemani

Ada beberapa jenis kamar di guesthouse Riyadi, mereka tidak mengijinkan couple yang belum menikah disini… katanya sih… tapi kira kira ada ga ya… couple belum menikah yang nginep bareng disini… or short stay? hahaha…

selalu membawa laptop tabletku touchsmart TM2, sangat membantu u

Beli fried chicken 'Master Chicken' di dekat Guesthouse Riyadi

Beli fried chicken 'Master Chicken' di dekat Guesthouse Riyadi

ntuk sekedar mencari berbagai info atau sekedar Fb di malam seperti ini… tak lupa charger dan semuanya…

Mencari makanan tidak sulit disekitar guesthouse ini, selain mereka menyediakan breakfast dan welcome drink, disini juga ada beberapa warung, kedai, kantin, dan juga ada fried chicken, agak jauh sih, tapi karena untuk masuk dari arah selatan bisa juga lewat jalan tembusan maka bisa juga sambil beli seperti aku tadi sore… jadi disini sudah bisa makan tanpa harus keluar lagi.

sepatu adidas seri water Grip

sepatu adidas seri water Grip

Sepatu Adidas (asli lho) seri Water Grip. sepatu ini setia menemaniku kemana-mana… asyiknya sepatu ini adalah dia sepertinya tidak begitu terpengaruh panas atau hujan, mengingat dia dibuat dari jaring, yang memang dengan cepat air merembes, tapi dengan cepat pula air menguap dari pori-porinya. Bayangkan sepatu ini, kalau kena air, misalnya air menetes, maka dengan cepat ia akan menyebar, jadi dia bisa basah langsung begitu kena air, tapi pake jalan-jalan, diangin-anginkan, juga lebih cepat kering dibanding sepatu biasa….





Saya bekerja, tapi kok tidak semangat? Jangan2 tempatnya… hiiiii

27 11 2008

Mungkin dua bulan lalu saya beli satu set meja kursi buat kerja. Kursinya ada 4 buah dengan meja yg ada kacanya. Lumayanlah buat kerja. Tapi saya sering mengalami hal aneh (??)… 

Tiba-tiba ada sadako keluar dari bawah meja saya…. 

yamamura-sadako

Mmmm… nggak ding. Tapi kok jadi sering cenut2 punggung saya. Pikir punya pikir, setelah liat kantor teman saya pake kursi2 khusus office, kepikiran juga. Nah akhirnya dua malam lalu saya pergi ke mall dan dapet satu kursi office yg lumayan imut😉

chair

Yup, setannya ilang… eh, badan saya jadi lebih enak pake ni kursi. Mungkin harusnya dari dulu saya tahu/ ngerti ya (wong kerjaannya ndesain kok ndeso banget ga ngerti masalah ginian)

Kursi seperti ini memang khusus utk menopang tubuh kita agar tetap tegak ketika duduk. Saya sarankan utk Anda yang punya masalah sama utk liat2 lagi kali aja tips ini bisa bantu.





Menjadi penulis buku di Indonesia; Masih dirugikan penerbit (?)

26 11 2008

Buat Anda yang ingin menulis buku, tunggu sebentar. Anda harus baca tulisan saya ini sebelum memutuskan jalan terbaik yang Anda pilih.

Saya seorang penulis buku, sejak tahun 2006 sudah menulis 4 buku. Dan ada beberapa draft buku di komputer saya, yang belum saya selesaikan. Selain karena kesibukan dengan pekerjaan mendesain rumah tinggal, juga karena saya sedang merencanakan cara-cara lain untuk mempublikasikan buku-buku saya.

Apa yang menjadi ganjalan adalah karena iklim penerbitan di Indonesia masih belum berpihak pada penulis. 10% royalti mungkin hanya bisa dipakai makan selama sebulan dan setelah itu kita harus cari makan sendiri dengan bekerja lainnya. Menulis menurut saya belum bisa dijadikan sebagai mata pencaharian. Masalah utama bukan pada penulis, tapi penerbit. Apa saja masalah yang bisa terjadi dengan penerbit?

  1. Penerbit, setelah menyatakan mau menerbitkan naskah kita, tiba-tiba membatalkan penerbitan. Alasannya; pertama mungkin karena dia tidak ada biaya menerbitkan, atau sedang ada masalah dalam perusahaannya, atau secara sederhana ternyata penerbit berpikir buku Anda belum layak jual dari sisi ekonomi.
  2. Penerbit membutuhkan waktu lama untuk menerbitkan buku. Pengalaman saya dengan penerbit; setidaknya butuh 4-5 bulan menunggu buku kita muncul di pasaran. 
  3. Buku terbit tapi tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kadang-kadang karena tidak teliti atau tidak pahamnya redaksi penerbit atas naskah kita, mereka menghilangkan atau merubah isi naskah yang penting atau bagian vital dari buku. Pengalaman saya; kredit gambar (keterangan gambar foto milik siapa) yang seharusnya tampil dalam buku saya dihilangkan begitu saja oleh redaksi penerbit. Dalam hal ini saya merasa malu dengan pemilik obyek yang saya foto atau pemilik gambar-gambar tersebut karena mereka bisa saja mengira saya tidak mencantumkan kredit mereka. 
  4. Penerbit tidak transparan dalam laporan jumlah buku yang terjual. Nah inilah yang paling tidak enak untuk penulis, karena disini letak penulis dihargai secara material. Sudah royalti kecil (10%), kena pajak penulis 2,5% (pemerintah rupanya juga belum berpihak pada penulis), hasil penjualan ga jelas, royalti ga jelas pula. Inilah faktor utama kita masih dirugikan penerbit, dan menjadi penulis masih belum bisa menjadi sumber penghasilan utama di negeri ini.
  5. Copyright atau hak penerbitan secara default selalu diklaim oleh penerbit. Bila kita ingin menerbitkan kembali suatu saat akan menemui kesulitan karena sudah ada kontrak yang mengikat kita dengan penerbit eksklusif ini. 

Meskipun demikian, kita kenal penerbit-penerbit besar yang cukup baik managemennya dan bisa berlaku adil terhadap penulis. Penerbit ini biasanya yang sudah mapan dan besar. 

Sekarang ini, saya mencoba berpikir agar menulis yang kita lakukan dengan susah payah tidak terlalu dipakai sebagai sapi perahan bisnis semata oleh penerbit. Salah satu caranya adalah dengan menerbitkan sendiri buku-buku kita, atau mencari investor yang mau menjadi penerbit kita dengan perjanjian yang lebih menguntungkan. Hal ini masih saya usahakan.

Cara lain yang saya ingin lakukan adalah mendapatkan hak eksklusif agar copyright ada di tangan kita sebagai penulis. Kita harus mampu menawar hak penerbitan jangan sampai hanya dimiliki oleh satu penerbit saja, tapi usahakan kita bisa memilih penerbit mana yang akan menerbitkan buku kita. 

Saya memang belum menggunakan cara terakhir, tapi salah seorang teman penulis saya mengatakan ia mendapatkan kontrak dua tahun bekerjasama dengan salah satu penerbit. Menurut saya ini cara yang sangat baik karena dengan demikian setelah dua tahun, ia bisa memilih penerbit lain bila ingin merevisi atau menerbitkan ulang buku tersebut. Saya mulai menyadari bahwa penerbit selalu mengajukan hak eksklusif penerbitan agar ia mendapatkan keuntungan terbanyak dari penulis untuk kepentingannya sendiri. 

Cara lain lagi yang sedang saya buat saat ini; mencoba menawarkan naskah kita ke penerbit luar negeri. Saat ini saya sudah menyelesaikan sebuah naskah buku berbahasa Inggris tentang sebuah topik yang cukup populer dan saya akan mendapatkan jawaban kepastiannya hari ini juga. Inilah hebatnya penerbit luar negeri; mereka bisa mereview naskah buku hanya dalam waktu 24 jam dan memutuskan untuk menerbitkannya atau tidak. Lain dengan penerbit di Indonesia yang setidaknya butuh 2 bulan😉

Bila cara saya ini berhasil, maka saya akan menjadi penulis internasional. Doakan saya ya. 

Bila berhasil, saya akan sharing dengan Anda.





Lagu ciptaanku: Single “Disini bersamamu” udah beredar loh!!

29 10 2008

Mungkin suasananya atao apanya aku ga tau, tapi nih lagu lumayan magical banget. Ceritanya aku lg rindu ama ssorg, jadi tercipta deh lagu ini (kayak di sinetron yah).

Mau denger lagunya? Cukup dengan 75rb rupiah nonton bareng ama teman2 kamu. Hehehe… nggak lah becanda. Cukup dengan kunjungi link berikut ini yah:

 

http://astudioarchitect.com/2008/08/probo-hindartos-online-guitar-music.html

 

Selamat mendengarkan.