hidup diluar pikiran – dalam bisnis

14 10 2007

Memulai sebuah bisnis

hidup bisa dipenuhi oleh berbagai krisis – krisis yang dihembuskan oleh lingkungan, oleh diri sendiri yang mau tidak mau kadang  menjadi sebuah kebiasaan / habit. Setiap hari, bila kita mendengar orang mengatakan ‘kamu tidak mampu melakukannya’ pada kita, maka mau tak mau kadang pikiran itu kita pertimbangkan – sebagai kebenaran.

Alangkah ruginya bila kita terpengaruh oleh omongan2 yang tidak bertanggung-jawab ini. Setiap kali kita memulai sebuah rencana baru berbisnis, kadang ada orang-orang yang ‘dengan ikhlas’ memberikan wejangan-wejangan pada kita, seperti; “Aku udah pernah melakukan itu, merencanakan bisnis semacam itu, tapi tidak berhasil. Sebaiknya kau tidak mencobanya, aku tahu ini sangat sulit”.

Atau barangkali kita hidup dalam sebuah lingkungan dimana tidak ada orang yang berpikiran sama seperti kita yang ingin membangun sebuah bisnis.  Karenanya kita perlu keluar dari lingkungan itu, dengan cara apapun. Dunia tidak menunggu diluar sana. Kita tetap harus bergerak maju. Salah satu cara untuk keluar dari mindset ‘terbelakang’ dari lingkungan yang tidak mendukung perubahan dan perkembangan bisnis Anda adalah dengan membaca pemikiran2 tentang berubah dan berusaha dalam bisnis.

Membaca buku bagaimana berubah menjadi lebih baik, bagaimana membangun bisnis, membangun motivasi dan sebagainya adalah salah satu cara untuk keluar dari mindset yang ada dalam lingkungan tidak mendukung. Mengapa? Karena barangkali hanya itu cara yang kita ketahui. Hal ini bila Anda tidak bisa menemukan seorang mentor untuk dimintai pendapat atau penjelasan bagaimana memulai perubahan dalam diri Anda.

Itulah yang saya namakan – hidup diluar pikiran. Kita seakan berada di sebuah padang tandus, namun kita punya mimpi membangun sebuah oase indah dipadang tandus itu, dengan taman dan air mancur yang menyejukkan. Barangkali cara hidup seperti ini sangat menyakitkan, namun ada harapan yang luar biasa besar bila kita sanggup keluar dari dunia yang tidak mendukung perubahan Anda.


Aksi

Information

2 responses

25 10 2007
hoek

bener juga, kebanyakan orang berbisnis selalu mikirin celotehan orang-orang yang lain, jadina kebanyakan mereka jadi malah ragu buad berbisnis. jadi yang terfenting fokus yah kawand?

25 10 2007
bopswave

Yup, fokus dengan apa yang bisa dilakukan, bukan apa yang tersedia. Sekaligus fokus dengan apa yang positif, sekalipun dalam lingkungan negatif.

Well, tergantung dari cara kita melihat lingkungan dan diri sendiri.

Sebenernya ini pendapat pribadi aja lho, … hehe mohon maaf jadi terkesan menggurui.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: