Aku juga manusia (human… all too human)

22 08 2007

(menghela nafas panjang)

Human… all too human, kata Nietsche. Seorang manusia sejati. Aku bisa sedih, bisa gembira, bisa bloon (kadang), bisa narcist, bisa konyol…

mall seperti pasar menjelang lebaran

Arti manusia baru ada saat dia menghadapi sesuatu yang diluar kemampuannya. Mungkin saat itu muncul seorang manusia sejati. Mungkin ada orang-orang yang lebih baik dari kita, namun mereka berada disana karena bapak mereka, ibu mereka, kakak mereka.

Bila, boleh saya berandai-andai… saat ini saya seorang raja dengan sebuah mahkota, dan saya tidak harus menghadapi hal-hal seperti tetek bengek diatas tanah, mungkinkah saya merasa ‘all too human’? Saat saya merasa menjadi manusia sejati yang begitu bodoh dan rapuh… Mungkin saya berharap menjadi lebih buruk keadaan dibanding sekarang…

Sehingga saya bisa menjadi semakin ‘manusia’ dengan segala daya upaya yang konyol, bodoh, mengada-ada dan beralasan-alasan.

(baiklah… menghela nafas lagi). Seharusnya saya senang dengan keadaan saat ini, apapun keadaan saya, agar saya bisa menjadi seorang manusia yang baik. Setidaknya saya percaya Tuhan dan saya tahu Dia diatas sana… mungkin sedang melihat saya dengan berharap saya bisa melakukan yang lebih baik dari sekarang.

Tiba-tiba saya tahu saya tidak seharusnya mengeluh, sehingga saya bisa merasa bersyukur atas apa yang ada sekarang, dan melakukan aktivitas saya sebagai manusia dengan baik…

menjadi seperti ini lebih baik daripada korupsi

Apakah menjadi tukang becak itu bukan cara hidup yang terbaik? Mungkinkah Anda, saat ini bukanlah Anda, tapi seorang bodoh tanpa pekerjaan, tanpa penghasilan… Mungkin saja itu lebih baik daripada berada disini, saat ini dengan keadaan saat ini, tapi Anda tahu Anda tidak pernah menjadi apa yang Anda inginkan.

Barangkali kita punya uang sebanyak mimpi, 100 milyar, 2 trilyun… tapi kita tahu sebuah kesalahan besar tercipta, misalnya uang itu dari hasil korupsi… mencuri. Sungguh, aku berharap sebaiknya tidak sama sekali.

P.S.

Sedikit iseng, masuklah aku di sebuah studio foto hanya karena tertarik. Dipotret-potret seperti seorang model… hehe aku tau kok mukaku agak ancur (dikit). Kucoba seekspresif mungkin tapi dasar emang manusia biasa, gak bisa deh mirip Tora Sudiro… Hahaha!

Coba lagi hari ini kutemui pak San, seorang mentor penulisan arsitekturku. Dimintanya aku kerjakan sesuatu lagi… cari postgrad di Europe. Aussie begitu mudah menerima, katanya, tapi mereka orang kulit putih yang agak pinggiran. Kemarin ternyata aku kurang persuasif ama orang UK, jadinya kesempatan scholarship menguap deh.

Manusia biasa tidak pernah akan berhenti mencoba!

Jangan biarkan tulisan saya diatas membuat hari Anda menjadi mendung. That’s not what I mean.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: