Cinta segi Empat

10 01 2009

 

INI FIKSI

Semilir angin malam yang lumayan sejuk di teras sebuah restoran, …

 

Cewek  : Sebenernya, ada yg ingin kutanyakan ama mas…

Keadaan menjadi sedikit tegang… si cewek menunduk, memainkan jari-jarinya.

 

Cowok  : Apa dik?

Sambil melihat ke cewek disebelahnya. Kelihatannya si cewek sangat sulit mengatakan sesuatu yang sepertinya sangat penting. Si cowok menyadarinya, lalu berpura-pura memperlihatkan sesuatu di laptopnya.

 

Cewek  : Kalau mas, ada nggak sih, yang lain selain aku?

 

Tiba-tiba suasana menjadi dingin seperti ditengah salju dalam pikiran si cowok.

 

Cowok  : Sebenernya sih… ada Dik.

Cewek  : Oh ya? Dimana mas?

Cowok  : Di kota A (menyebut nama sebuah kota)

Cewek  : Dia gimana? Sudah bekerja?

Cowok  : Sudah.

 

Cewek itu keliatan gelisah.. Dan si cowok pura-pura tidak melihatnya.

 

Cewek  : Oo, gitu. Ya bagus mas. Terus gimana masnya sama dia?

Cowok  : Sebenernya sih, aku sama dia belum ada apa-apa kok

Cewek  : Kalo gitu, taksaranin mas, tanyain aja sama dia, serius nggak sama mas

Cowok  : Sebenernya sih, klo aku inginnya mengalir dulu… siapa tahu aku sama kamu bisa ke jenjang lebih serius. Kita ini orang modern, kita sama-sama tahu situasi kita masing-masing

Cewek  : Ooooo, jadi begitu…

 

Terdiam.. seribu bahasa, kedua pasang manusia itu menyelami pikiran masing-masing.

 

Cowok  : Jadi kan dik, lebih baik begini, sama-sama tahu keadaan masing-masing

Cewek  : Iya, aku juga senang jadi kita nggak ada rahasia. Aku nggak senang nyimpen rahasia

 

Si cewek tertawa sedikit… lalu menutupi wajahnya.

 

Cowok  : Ini sepertinya situasi yang aneh ya… 

Si cowok tertawa juga.

 

Keduanya tertawa, tapi ada sesuatu di balik tawa itu.

Cewek  : Kan gini mas, ya aku senang bisa begini sama mas, tapi aku masih menjalin hubungan sama yang di Jepang itu lho mas

Cowok  : Ya gapapa dik, kita jalani aja dulu. Siapa tahu nanti terjadi perubahan. Seakan-akan ada dua buah cerita, siapa yang tahu dimana cerita itu akan berakhir

 

Cewek itu terdiam… lalu tertawa, satir.

 

Cewek  : Ya taksaranin, masnya tanya aja sama cewek itu serius apa nggak.

Cowok  : Kita lihat aja nanti. Jangan terburu-buru ya.

Cewek  : Aduuh… soalnya klo lama-lama ntar aku ga bisa nolak lho mas

Cowok  : Oh gitu ya? Hehehehe

 

Beberapa saat kemudian, mereka berbincang tentang hal-hal lain… yang kecil-kecil dan sekedar penghibur untuk pertemuan mereka. Hingga suatu saat… si cowok masih kepikiran.

 

Cowok  : Jadi gitu dik ya? Klo lama-lama kamu takut ga bisa nolak aku ya?

Cewek  : Ya mas, klo kita sering ketemu kayak gini kan lama-lama aku jadi sayang ama mas.

Cowok  : Jadi, kamu masih sering kontak-kontakan sama yang di Jepang itu?

 

Si cewek langsung menundukkan wajahnya di kedua tangannya diatas meja.

 

Cowok  : Oke.. oke. Kita ganti topik lain deh





menjadi seorang penulis

25 12 2007

So much thing to tell, so little time

Bu Ratna, seorang penulis cacat di Malang, pertemuan dengannya sangat inspiratif. Ia menulis lebih dari 400 cerpen dan puluhan novel. Ada pula banyak penulis yang saya buka websitenya pagi ini. Diantara cerita2 di blog mereka saya tahu, mereka punya hal-hal yang kurang lebih sama dengan saya; masalah2 seorang penulis buku.

Well, untuk menulis buku, saya tidak perlu ritual khusus, hanya sedikit malas saja di banyak waktu. Kebanyakan proyek bulan-bulan lalu membuat proyek buku saya banyak terhambat. Pagi ini, dan beberapa hari kemarin saya mulai menulis, karena Tuhan ‘menyelamatkan leher saya’ sekali lagi, saya butuh sedikit dana hari-hari ini dan untungnya Tuhan beri rejeki yang baik.

Untuk menulis, setidaknya saya butuh suasana yang tepat. Artinya, jauh dari kebisingan, jauh dari teman2 yang suka humor, dan berhadapan dengan laptop saya, kebanyakan waktu segala pikiran yang bisa dituangkan dalam buku segera mengalir begitu saja. Pernah saya heran, sehari saya menulis 5 halaman buku, lalu saya sedikit terganggu dengan pikiran saya sendiri; “Darimana semua kata2 yang barusan saya tuliskan itu datang?”… hehe… aneh ya

Mungkin pikiran2 itu mengendap dalam pikiran terdalam saya, dari bacaan-bacaan, hasil merenung, percakapan, dan sebagainya. Saya sendiri sudah kenal diri sendiri; saya sering menyimpan sebuah topik dalam benak saya, entah itu di jalan, waktu berbicara dengan teman, waktu di mall, entahlah… kadang saya berpikir tentang suatu topik saat saya sedang melakukan sesuatu yang lain.

Jadi kelihatannya sewaktu saya berhadapan dengan laptop, pikiran2 yang sudah ‘digodok’ itu muncul dan mengalir melalui jari2 saya. kebetulan saya menulis dengan 10 jari, dan saya tidak perlu melihat keyboard untuk mengetik. Sebagai gambaran, kemarin malam saya mengetik, sambil tiduran dan mata terpejam, dengan memangku laptop di paha saya. Saya pikir itu aneh sekali bukan?

Kadang2 teman2 saya ada yang heran karena saya mengetik sambil berbicara dengan mereka atau sambil melihat keluar jendela, misalnya.

Seperti pagi ini, hari Natal. Saya tidak merayakan natal, tapi saya sedang menulis sambil ditemani musik klasik; Beethoven, Bach, Mozart, Schubert, Debussy, dan kawan kawan. Denting2 piano, gesekan biola, tarikan trumpet menghiasi pagi yang cerah ini,… Dan saya masih mendengar sayup2 suara dangdut dimana2 dikampung ini.

menulis… sebuah kenikmatan buat saya.





Gotcha! laptop notebook acer 4710 akhirnya kudapat…

20 09 2007

Gotcha!!
Finally after a while searching for the right notebook for me (with the right budget  ;)

Acer_aspire_4710_notebook

Kutemukan notebook Acer 4710 yang lumayanlah… buat sekedar kerja ditempat lain selain ruang kerjaku yang udah agak berkabut… hehe… kebanyakan disitu aku ini.

Notebook ini cukup murah, sekitar 7,3 jt aja dan untungnya kudapet dari dealer resminya. OK, selamat datang di kehidupanku wahai notebook, jangan lupa hidup yang lama.. hehe…

Nih notebook memang hasil hunting berdarah-darah (whueeessszzz) selama beebrapa waktu ini, baik di dunia maya (searching comment dan testimonial orang tentang produk ini), dan di dunia nyata (ketemu bakul-bakul laptop di toko2 komputer).

Acer_aspire_5920150507 Alhasil, meskipun ada beberapa pilihan seperti Toshiba, dll yang direkomendasikan beberapa orang, aku pilih si acer ini. Mungkin karena bentuknya yang sophisticated kali yah… sedangkan si Toshiba tuh… so last year!

OKE … KEMBALI KE LAP…

Memang menurut beberapa testimonial produk acer 4710 ini agak susah dimasuki windows xp. Tapi sekarang oke-oke aja…

setelah nyoba memakai notebook ini saya rasa produk ini oke dan nggak masalah. Memang satu hari sih… saya harap hari2 nantinya notebook ini tetap menhyertai saya, setidaknya selama 1-2 tahun ini, sehingga saya punya uang untuk beli laptop lain seandainya ada barang baru.

sempat juga agak ragu beli acer4710 karena banyak testi di internet bilang agak masalah dengan xp. Saya juga nggak begitu tahu tentang windows, tapi saya sreg aja, mungkin sekedar feeling dan ingin ya…