Aksi gila di lampu merah

25 05 2008

Okay…

Malam ini malam terakhir pameran SAMM di sebuah Mall. Aku hanya ikut pada hari2 terakhir yang cukup melelahkan… tapi memang hari2 yg menyenangkan. 3 hari berturut2 ini aku bedah buku, presentasi sponsor cat, bantu2 dosen presentasi… lihat film arsitektur… pergi ke Malang kembali sama anak2 SAMM dan nyeruput dawet… Hmmm… besok kuharus kerja lagi… desain lagi… pusing2 lagi… beberapa hari sebelumnya, aku sengaja ‘menghilang’ dari peredaran anak2 SAMM, ngerasa sedikit frustasi… “Lhoo tentang apa frustasinya??” tanya anak2… “Ahh, nggak penting kok, cuman frustasi ajah”

Aku ga mengira juga, berhubung selama ini aku mengasuh konsultasi via media koran di Kalimantan dan SUmatera. Ternyata aku terkenal juga disana… fotoku terpampang di salah satu poster besar di pelabuhan/airport di Kalimantan… tertulis; “Konsultasi desain rumah bersama Probo Hindarto” kira2 begitu. Kabarnya temanku namanya Bima yang barusan ke Kalimantan melihatnya…. Whuuupss… yang bener? Aku sepopuler itu kah?

Setelah acara selesai… diajaknya aku ama anak2 ke warung mbah Jayus… Hoooaaahhh!! sambel nikmaaat sekali! Baru kali ini aku ke warung dan merasa masakannya nikmat sekali! Padahal itu hanya warung “tempe penyet”, atau lalapan tempe yang diberi ulekan sendiri dengan lombok sesukanya. Apa ya yang bikin enak?? apa karena yang bikin nenek2 tua?

Balik lagi ke mall, ikutan mengusung barang2 pameran ke depan mall, sembari menunggu teman dapat carteran mobil buat ngangkut barang2… isPicture0238_1eng2 kubuka laptop dan terjadilah sedikit kegilaan

Mungkin karena euforia malam ini masih terasa… Picture0117Picture0155 Picture0256
Bayangkan aja… orang2 umur 20-30an pada foto2 narcis di pertigaan lampu merah… berapa orang mengira kami orang gila???

Acara selanjutnya di SAMM udah didengungkan Samoke, dedengkot SAMM (upsss. sori sam, maksudku pioneer SAMM)

Picture0181 Overall, satu lagi acungan jempol saya ke anak2 SAMM… kalian hebat





Mencari… dan mencari + laptop si unyiiiilll!!!

10 04 2008

Agak aneh untuk menjelaskan sesuatu yang seperti ini.

Maksudku… sesuatu yang tidak cukup ‘penting’ untuk dibicarakan. Meski ini cukup memenuhi pikiranku hari2 terakhir ini.

Architectimage Okay… hari2 yang bertambah sibuk, dengan berbagai klien dan pekerjaan yang tiada henti. Rasanya sudah cukup tepat waktunya untuk punya karyawan. Jadi aku mencari karyawan. TIDAK SEMUDAH YANG KUKIRA.

Rupanya dengan menempel di tembok (maksudnya nempel pengumuman) saja belum bisa menarik perhatian para pencari kerja. Ada yang melamar, ada yang sudah diinterview… tapi belum pas juga.

Satu, bila terlalu tua, penuh masalah2 hidup, agak bangkotan, susah dikasih tau kerjanya harus seperti apa. Hmmmmm dengan yang ini rupanya aku harus banyak teriak2….

Dua, bila terlalu muda, fresh grad, masih harus ngasih2 tau seabreeek… dan gitu juga dia masih mikir2… kerja nggak, kerja nggak, kerja nggak? …… hhhhh capede

Yup, bisnis jalan tapi mencari resource yang tepat bukan hal yang mudah. Mungkin dengan sharing ini para pembaca jadi ngerti apa yang saya alami ini. Mencari pekerja bukan hal yang gampang. Tapi aku masih musti mencari lagi.

bikin stres aja

SOre ini
Haha…!! haha!!
lucu…

Laptopsiunyil tit tut tit…
“Halo? halo?”
“selamat sore pak, ini kami dari Trans7, dari program anak Laptop si Unyil. Ini dengan bapak siapa?”

“Saya Probo”

“Oh ya pak Probo. Pak kami mau tanya, selama ini sudah pernah mengerjakan interior kamar anak ya pak? Soalnya kami sedang mencari narasumber yang biasa mengerjakan interior kamar anak”

“O, kamar anak? Selama ini saya belum ya, mengerjakan interior kamar anak yang spesifik. Tapi kalau rumah tinggal ya ada beberapa yang sudah dikerjakan”

“Kalau membangun rumah itu, dari awal menggambar rancangannya sampe selesai berapa lama pak?”

“Ya tergantung, untuk mendesain rumah kira2 paling lama 2 bulan. Kalau membangun ya tergantung besar rumahnya juga. kalau kecil bisa sekitar 6 bulan. Kalau besar ya sampe 8 bulan.”

“Kalau interior kamar anak biasanya berapa bulan jadinya ya pak?”

“nah itu… saya belum pernah kerjakan interior kamar anak. Tapi kalau kamar anak yang jadi satu pas membangunnya dengan rumahnya, biasanya saya kasih saran warnanya yang sesuai untuk anak”

“o ya… kalau begitu….”

“Nah terus ini mbak, saya mau tanya. Acara laptop si Unyil kok kemudian wawancara arsitek?”

“Oh ini bukan wawancara pak. Hanya kami ingin tahu saja untuk referensi acara laptop si Unyil tentang mengerjakan desain interior untuk kamar anak”

“O begitu”

“kalau begitu terimakasih pak. Selamat sore”

“selamat sore”





Menelepon seorang arsitek yang belum bangun tidur

1 11 2007

tang…. ting… tung… handphone saya berbunyi, saya belum juga bangun. Agak malas, saya lihat siapa yang menelepon. Ah, nomor yang belum saya kenal… Hmm masih ngantuk nih, dimatikan aja yah suaranya. Klik, suara handphone saya matikan, tapi call terus berdering… saya coba tidur lagi.

Tang… ting.. tung… bunyi lagi tuh handphone. Oke… saya lihat nomor yang sama. Kali ini dengan sedikit suara ditata sedikit,… “Halo??” sapa saya…

“Halo, ini anggota astudio-logist ya?” tanya suara diseberang sana.

“Iya betul”, sahut saya. Masih dengan mengatuk saya berjalan. Saya tahu suara seperti ini suara klien baru yang ingin tahu tentang layanan desain saya.

Bla… bla… bla… serentetan pertanyaan diberikan pada saya dan saya menjawabnya. Bukan sesuatu yang penting, saya biasa dengan call semacam itu. Tapi yang mengherankan saya, karena sebelum saya bangun tidur, sudah ada orang yang menelepon saya. Gangguan? well, sedikit … hehehe…

Aneh juga. belakangan dari teleponnya saya barusan tahu bahwa ia tinggal di Palembang. Logika saya mengatakan seharusnya ada perbedaan waktu… tapi kemudian, tentunya waktu disana lebih lambat satu jam dari disini… Olala… penting deh.

yah… call in early morning, before I ever got up





Desain rumah terbaru saya

28 09 2007

Sebagai seorang desainer rumah tinggal, atau yang lazim disebut arsitek, saya telah menghasilkan berpuluh-puluh desain sejak saya mulai berprofesi sekitar 3 tahun lalu. Suka duka dengan banyak desain rumah dan klien saya alami. Ada rasa senang didada ini hingga saat ini saya masih bisa ‘berguna’ memberikan layanan desain untuk mereka yang membutuhkan.

house probo

Banyak klien saya datang ke saya karena penampilan rumah yang saya rancang. Ini betul lho, rumah-rumah yang saya rancang biasanya disenangi pemiliknya atau klien saya karena penampilannya. Namun sebenarnya banyak hal lain selain itu yang musti dipertimbangkan; antara lain penghawaan alami, pencahayaan alami, penataan ruang-ruang, dan sebagainya.

Sebuah rumah itu bisa ‘dirasakan’ desainnya ketika kita masuk kedalam rumah itu. Apakah rumah itu sumpek? lega? lapang? hijau? dan sebagainya.

Ada satu kata yang saya pegang dalam mendesain setiap bangunan rumah yang saya kerjakan; kenyamanan.

Sebuah rumah tanpa rasa nyaman adalah rumah yang kurang menurut saya. Boleh jadi rumah itu besar, megah, tapi tidak nyaman, justru karena terlalu besar itu. Manusia itu dalam beraktivitas memerlukan wilayah yang menurut saya agak sempit dan tidak butuh banyak tempat. Karenanya rumah kecil bisa berarti rumah nyaman lho.

memang sih, keleluasaan dalam lahan memang mempengaruhi penataan rancangan ruang-ruangnya. Tapi saya masih yakin, dengan perencanaan rumah yang baik, desain yang baik akan tercipta.

Untuk tahu lebih banyak tentang desain-desain rumah tinggal yang saya buat, silahkan buka web berikut;

www.astudio.id.or.id





masuk koran lagi

14 08 2007

 

Mereka menelepon lalu membuat janji, begitulah wartawan, sambil berkata ‘Deadlinenya besok, jadi hari ini musti ketemu’. Well, itu yang terjadi hari ini. Saat aku hendak menggambar untuk seorang klien, seorang wartawan menelepon dan berkata ia butuh saya untuk diwawancara. Saya bilang, OK, saya tidak keberatan.

Pada jam yang ditentukan saya datang dan setelah menunggu setengah jam (masih dengan jam karetnya) pembicaraan dimulai. Saya tidak keberatan menunggu setengah jam, karena saya bisa menyaksikan sibuk-sibuknya orang kantor pemberitaan koran ini. Lalu lalang tanpa say hi dengan cangkir-cangkir minuman mereka, menghadap komputer dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Orang-orang ini cukup menarik perhatian saya, karena mereka bekerja, dan saya tidak. Lagipula pakaian saya menunjukkan saya bukan orang bekerja. Well, mungkin karena kebanyakan duduk di kantor, orang-orang ini mulai berubah sifatnya. Mereka menjadi lebih… terbiasa dengan apa yang ada. Tak lama, si wartawan datang, seorang cewek berkerudung, yang saya pikir adalah tipe cewek yang rajin dan mandiri. Ia menyapa saya dengan hangat dan kami mulai duduk. Proses wawancara dimulai.

Bla..bla..bla.. saya berbicara sesuai pertanyaan yang ia ajukan. Hanya sedikit pertanyaannya, tentang arsitektur rumah, namun jawaban saya lebih banyak. Pembicaraan banyak tentang rumah yang saya rancang dan barusan saja selesai dan sudah ditempati penghuninya.

Begitulah, duduk dan berbicara, orang-orang di seluruh kota akan mendengarkan apa yang saya katakan besok. Saya mulai menyadari bahwa ini boleh jadi bisa menjadi sebuah rutinitas. Rutinitas apa? Rutinitas untuk menjadi seorang pembicara, berbicara dan berbicara tentang bidang yang saya geluti; arsitektur.

Sudah beberapa kali saya diwawancara, sebagian oleh wartawan ibukota, yang ingin pendapat saya didengarkan sekali lagi, dan lagi. Untuk sementara saya ingin menyelami apa yang terjadi, barangkali saya mempertanyakan suatu keabsahan pendapat, bahkan pendapat saya sendiri.

Karena saya kuatir bahwa apa yang saya katakan kurang berkenan atau kurang bermanfaat. Hal inilah yang membuat saya lebih sering diam tanpa berkata-kata, meskipun saya bisa mengatakan sesuatu tentang sesuatu… Ada pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa terjawab oleh saya, meskipun saya sudah memberikan jawaban bagi banyak orang. Saya masih mencari setitik perumpamaan Tuhan agar saya bisa megerti lebih banyak, tentang dunia ini. Dalam perjalanan seorang manusia yang belum mencapai tempat tertingginya (adakah tempat tertinggi itu?) saya lebih banyak diam dan berpikir. Sementara itu saya melihat lebih banyak orang berbicara tanpa berpikir. Sungguh unik memang, si manusia itu.

Baik saya maupun mereka, pendengar dan yang didengar, orang kota dan orang desa, siapapun itu didunia ini mencari kehidupan dengan seluruh daya upaya, kadang tidak untuk apa-apa. Sungguh menakutkan, bila seseorang hanya hidup, namun tidak hidup karena terburu mati sebelum ia menyadarinya.





Jadi Bos…

14 08 2007

Hari yang cerah, matahari pagi menyinari kamarku dan membangunkan tidurku. Beberapa pikiran sisa kemarin mulai lagi hinggap menggerayangi pagi ini. Well, life is full with thoughts… at least for me.

Setelah mencoba lagi mencari seorang kandidat untuk karyawan astudio, dengan membuat iklan koran yang ditanggapi dengan serius oleh beberapa orang, saya mulai menerima setidaknya sekitar 15-20 pelamar… entahlah saya tidak hitung lagi berapa. Beberapa orang lebih tua daripada saya, umurnya ada yang 33 tahun, 35 tahun… Saya jadi berpikir, kok mereka masih mencari kerja ya?

Aneh juga. Sedangkan saya kok membuat pekerjaan. Beda kali ya? Hehe.. Nampaknya seperti situasi yang harus saya sendiri lihat dengan seksama. Baiklah, saya mungkin masih 28 tahun, tapi saya sudah jadi bos kan? Well, setidaknya bos kecil gitu loh.

Jadi saya berpikir ntuk mengambil salah satu mereka jadi karyawan. Adik kelas saya ada beberapa. Mereka ini fresh graduate. Saya jadi ingat waktu saya fresh graduate dulu. Bukannya cari kerjaan, saya justru pontang-panting bikin kerjaan sendiri. Lari sana lari sini, hanya agar saya dapat koneksi dengan bisnis saya.

Tapi bukannya mau nyombong lho, dan saya juga nggak mau klo diri saya jadi sombong. Saya bisa beli benda-benda, kendaraan, gaya hidup yang saya dulu ingiiiiin sekali. Well saya ingin bagi sedikit rahasia ya… Sekalipun dapet semua itu, saya belum merasa puas juga. pengen lagi dan lagi.

Mungkin ini yang dinamakan manusia tidak pernah puas.

NB: Oh ya, bukuku yang baru berjudul ‘Inspirasi rumah sehat di perkotaan’ diberitahu oleh penerbit sudah diterbitkan dan mereka baru kirim sample ke aku kemarin. Wah, harap2 cemas seperti apa buku itu jadinya. Mungkin hari ini atau besok sample buku itu datang. Pastilah saya share dengan Anda.